Jl. kebagusan Dalam IV. Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12520.
0813 4958 9616
rajatrainingindo@gmail.com

TRAINING PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT HUBUNGAN KERJA DI TEMPAT KERJA KESEHATAN

Rajanya Training di Indonesia

TRAINING PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT HUBUNGAN KERJA DI TEMPAT KERJA KESEHATAN

TRAINING PENGENALAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

training

TRAINING KESEHATAN DI TEMPAT KERJA

 

MATERI  Training  Penyakit  Akibat  Kerja dan Penyakit Akibat Hubungan
Kerja di Tempat Kerja Kesehatan

1. Faktor Biologis
* Seluruh pekerja harus mendapat pelatihan dasar tentang kebersihan,
epidemilogi dan desinfeksi
* Sebelum  bekerja  dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan
dalam  keadaan  sehat  badani,  punya  cukup kekebalan alami untuk
bekerja dengan bahan infeksius, dan dilakukan imunisasi
* Menggunakan desinfektan yang sesuai dan cara penggunaan yang benar
* Sterilisasi  dan desinfeksi terhadap tempat, peralatan, sisa bahan
infeksius dan spesimen secara benar
* Pengelolaan limbah infeksius dengan benar
* Menggunakan kabinet keamanan biologis yang sesuai
* Kebersihan diri dari petugas

2. Faktor Kimia
* â€?Material  Safety  Data Sheetâ€? (MSDS) dari seluruh bahan kimia
yang  ada  untuk diketahui oleh seluruh petugas untuk petugas atau
tenaga kesehatan laboratorium
* Menggunakan  karet  isap  (rubber  bulb)  atau  alat  vakum  untuk
mencegah  tertelannya  bahan  kimia  dan terhirupnya aerosol untuk
petugas/tenaga kesehatan laboratorium
* Menggunakan  alat  pelindung  diri (pelindung mata, sarung tangan,
celemek, jas laboratorium) dengan benar
* Hindari  penggunaan lensa kontak, karena dapat melekat antara mata
dan lensa
* Menggunakan alat pelindung pernafasan dengan benar

3. Faktor Ergonomi

4. Faktor Fisik
* Kebisingan, getaran akibat alat/media elektronik dapat menyebabkan
stress dan ketulian
* Pencahayaan  yang  kurang  di  ruang  kerja,  laboratorium,  ruang
perawatan  dan  kantor  administrasi  dapat  menyebabkan  gangguan
penglihatan dan kecelakaan kerja
* Suhu dan kelembaban yang tinggi di tempat kerja
* Terimbas kecelakaan/kebakaran akibat lingkungan sekitar
* Terkena radiasi
* Khusus  untuk radiasi, dengan berkembangnya teknologi pemeriksaan,
penggunaannya  meningkat  sangat  tajam  dan  jika tidak dikontrol
dapat membahayakan petugas yang menangani

5. Faktor Psikososial

6. Pengendalian Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Melalui Penerapan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
* Pengendalian   Melalui  Perundang-Undangan  (Legislative  Control)
antara lain:
+ UU No.14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Petugas
Kesehatan dan Non Kesehatan
+ UU No.01 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
+ UU No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
+ Peraturan  Menteri  Kesehatan  Tentang  Higiene  dan Sanitasi
Lingkungan
+ Peraturan        Penggunaan       Bahan-bahan       Berbahaya
Peraturan/Persyaratan Pembuangan Limbah, dll
* Pengendalian   Melalui   Administrasi/Organisasi   (Administrative
Control) antara lain:
+ Persyaratan  penerimaan  tenaga medis, para medis, dan tenaga
non  medis  yang  meliputi  batas umur, jenis kelamin, syarat
kesehatan
+ Pengaturan jam kerja, lembur dan shift
+ Menyusun  Prosedur Kerja Tetap (Standard Operating Procedure)
untuk   masing-masing   instalasi  dan  melakukan  pengawasan
terhadap pelaksanaannya
+ Melaksanakan  prosedur  keselamatan kerja (safety procedures)
terutama untuk pengoperasian alat-alat yang dapat menimbulkan
kecelakaan  (boiler,  alat-alat radiology, dll) dan melakukan
pengawasan agar prosedur tersebut dilaksanakan
+ Melaksanakan  pemeriksaan  secara seksama penyebab kecelakaan
kerja dan mengupayakan pencegahannya
* Pengendalian Secara Teknis (Engineering Control) antara lain:
+ Substitusi dari bahan kimia, alat kerja atau proses kerja
+ Isolasi  dari bahan-bahan kimia, alat kerja, proses kerja dan
petugas   kesehatan   dan   non  kesehatan  (penggunaan  alat
pelindung)
+ Perbaikan sistem ventilasi, dan lain-lain
* Pengendalian Melalui Jalur Kesehatan (Medical Control)
* Pemerikasaan Kesehatan Awal ini Meliputi:
+ Anamnese umum
+ Anamnese pekerjaan
+ Penyakit yang pernah diderita
+ Alergi
+ Imunisasi yang pernah didapat
+ Pemeriksaan badan
+ Pemeriksaan laboratorium rutin
+ Pemeriksaan tertentu
+ Tuberkulin test
+ Psikotest
* Pemeriksaan Berkala
* Pemeriksaan Khusus

Â

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call