Jl. kebagusan Dalam IV. Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12520.
0813 4958 9616
rajatrainingindo@gmail.com

TRAINING K3 DI RUMAH SAKIT DAN PATIENT SAFETY

Rajanya Training di Indonesia

TRAINING K3 DI RUMAH SAKIT DAN PATIENT SAFETY

TRAINING PENGENALAN K3 DI RUMAH SAKIT DAN PATIENT SAFETY

training

TRAINING PENERAPAN K3 DI RUMAH SAKIT

 

DESKRIPSI

Keselamatan  dan  kesehatan  kerja  bagi  pekerja  di  rumahsakit  dan
fasilitas  medis lainnya perlu di perhatikan. Demikian pula penanganan
faktor  potensi  berbahaya  yang  ada  di  rumah  sakit  serta  metode
pengembangan  program  keselamatan  dan  kesehatan  kerja disana perlu
dilaksanakan,  seperti  misalnya  perlindungan  baik terhadap penyakit
infeksi  maupun  non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat
pelindung  diri  dan  lain  sebagainya.  Selain  terhadap  pekerja  di
fasilitas  medis/klinik  maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan
Kerja  di  rumah  sakit  juga  “concernâ€?  keselamatan  dan hak-hak
pasien,  yang  masuk  kedalam  program  patient safety. Merujuk kepada
peraturan  pemerintah berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja
di  tempat  kerja,  pedoman  ini  juga  mengambil dari beberapa sumber
“best   practicesâ€?  yang  berlaku  secara  Internasional,  seperti
National  Institute  for  Occupational  Safety and Health (NIOSH), the
Centers  for Disease Control (CDC), the Occupational Safety and Health
Administration  (OSHA),  the US Environmental Protection Agency (EPA),
dan lainnya. Data tahun 1988, 4% pekerja di USA adalah petugas medis.

Dari  laporan  yang dibuat oleh The National Safety Council (NSC), 41%
petugas  medis  mengalami  absenteism  yang  diakibatkan oleh penyakit
akibat  kerja  dan injury, dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan
dengan  sektor  industri  lainnya.  Survei  yangdilakukan terhadap 165
laboratorium  klinis  di  Minnesota  memperlihatkan  bahwa injury yang
terbanyak adalah needle sticks injury (63%) diikuti oleh kejadian lain
seperti  luka  dan  tergores  (21%). Selain itu pekerja di rumah sakit
sering  mengalami  stres,  yang  merupakan  faktor  predisposisi untuk
mendapatkan   kecelakaan.   Ketegangan   otot  dan  keseleo  merupakan
representasi  dari  low  back injury yang banyak didapatkan dikalangan
petugas rumah sakit.systems.

TUJUAN
* Mampu  melakukan identifikasi risiko seperti faktor fisik, kimiawi
serta  biologis,  bekerja  di  rumah  sakit  serta fasilitas medis
lainnya.
* Mampu mengembangkan upaya kontrol terhadap faktor risiko tersebut.
* Mampu  mengembangkan  program  pencegahan  seperti menetapkan alat
pelindung diri yang diperlukan.
* Mampu  mengembangkan  program  pemeriksaan  kesehatan  yang sesuai
dengan jenis pekerjaan (“job-related�)
* Memahami program patient safety.
* Dan lain sebagainya.

MATERI Training Public K3 Di Rumah Sakit dan Patient Safety
1. Identifikasi   dan   evaluasi   terhadap  faktor  yang  berpotensi
berbahaya   bekerja  di  rumah  sakit  (faktor  fisik,  kimia  dan
biologis)
2. Kontrol  terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan
kerja, seperti :

* Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
* Faktor  Kimiawi  (laboratorium,  penggunaan  mesin fotocopy, MSDS,
Label, dsb)
* Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
* Faktor  Biologis  (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen,
dan sebagainya)
* Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shift, dsb)

Faktor lainnya, seperti :

* Bahaya kebakaran.
* Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
* Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas) dan penyimpanannya
* Listrik

3. Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen.
4. Health and Safety di Laboratorium.
5. Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat)
6. Pengenalan Alat Pelindung Diri
7. Kontrol terhadap infeksi nosokomial
8. Patient safety.

* Peraturan  Perundangan  yang  terkait,  pentingnya Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.

PESERTA

Setiap   orang  yang  tertarik  dengan  permasalahan  Keselamatan  dan
Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, seperti :
* Anggota P2K3
* Managers dan supervisors
* Dokter dan Petugas medis lainnya.
* Human resources managers
* Dan lainnya yang bertanggung jawab dalam Keselamatan dan Kesehatan
Kerja di Rumah Sakit.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call