Jl. kebagusan Dalam IV. Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12520.
0813 4958 9616
rajatrainingindo@gmail.com

TRAINING IT GOVERNANCE AWARENESS

Rajanya Training di Indonesia

TRAINING IT GOVERNANCE AWARENESS

TRAINING PENGENALAN IT GOVERNANCE AWARENESS

training

TRAINING PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

 

Deskripsi Training IT Governance Awareness

Setiap   perusahaan   harus   memastikan  bahwa  prinsip-prinsip Good
Corporate   Governance (GCG) atau   dikenal   dengan   tata   kelola
perusahaan dapat berjalan aspek bisnis dan pengelolaan perusahaan pada
semua  jajaran  perusahaan.  Aspek  kunci dalam tata kelola perusahaan
meliputi  transparansi,  akuntabilitas, responsibilitas, independensi,
dan kewajaran (fairness) untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.

Secara  prinsip  tata  kelola  perusahaan yang merupakan kaidah, norma
ataupun  pedoman  harus  digunakan  oleh  pimpinan perusahaan dan para
karyawan   agar   segala  tindakan  maupun  keputusan  strategis  yang
dilakukan   adalah  dalam  rangka  mendukung  kepentingan  perusahaan.
Seluruh  manajemen  dan  karyawan  perusahaan dan karyawan agar segala
tindakan maupun keputusan strategis yang dilakukan adalah dalam rangka
mendukung  kepentingan  perusahaan.  Seluruh  manajemen dan perusahaan
diwajibkan untuk melaksanakan pedoman dan ketentuan yang telah disusun
pelaksanaan  GCG  sejalan  dengan  peran  serta  tanggung  jawab  yang
ditetapkan.

Good   Corporate  Governance (GCG) secara  harfiah  dapat  diartikan
sebagai  tata  kelola  perusahaan.  GCG  merupakan suatu struktur yang
mengatur   pola  hubungan  harmonis  tentang  peran  dewan  komisaris,
Direksi,  Pemegang Saham dan Para Stakeholder lainnya, dengan bentuk
sistem   pengecekan   dan  perimbangan  kewenangan  atas  pengendalian
perusahaan  yang  dapat  membatasi  munculnya dua peluang: pengelolaan
yang  salah dan penyalahgunaan aset perusahaan serta suatu proses yang
transparan  atas  penentuan  tujuan  perusahaan,  pencapaian,  berikut
pengukuran kinerjanya.

Untuk         menerapkan        prinsip-prinsip Good        Corporate
Governance(GCG) dalam pengelolaan  Teknologi  Informasi  (TI),  maka
perlu  disusun  tata  kelola  TI  (IT  Governance) yang menjadi bagian
integral  dari Enterprise Governance agar dapat menjamin pemanfaatan
dari implementasi TI. IT Governance merupakan salah satu pilar utama
dari  GCG.  maka dalam pelaksanaan IT Governance atau tata kelola TI
yang  baik  sangat  diperlukan  standar  tata kelola TI dengan mengacu
kepada standar tata kelola TI internasional yang telah diterima secara
luas dan teruji implementasinya.

IT   Governance (Tata   Kelola) adalah   satu  set  arahan,  aturan,
kewenangan  dan tanggung jawab para stakeholder dari suatu organisasi,
sehingga  tujuan  dari  organisasi  dapat  tercapai tanpa mengorbankan
transparansi  dan  akuntabilitas. IT Governance merupakan salah satu
pilar utama dari GCG, maka dalam pelaksanaan IT Governance atau tata
kelola  TI  yang  baik sangat diperlukan standar tata kelola TI dengan
mengacu  kepada  standar  tata  kelola  TI  internasional  yang  telah
diterima secara luas dan teruji implementasinya. Standar tersebut akan
memberikan framework bagi  tata  kelola  yang  efektif, efisien, dan
optimal serta diterapkan dalam perusahaan di lingkungan BUMN. Demikian
juga dapat mencerminkan dengan baik suatu proses pengambilan keputusan
dan leadership dalam penyelenggaraan tata kelola TI.

Agar  perusahaan  memiliki  mekanisme  yang  sistematik untuk memenuhi
tuntutan  regulasi  dan  kebutuhan  bisnis terkait TI serta kesesuaian
dengan standard an best practice dalam:
1. Penyelarasan  rencana strategis TI dengan tujuan bisnis Perusahaan
(Strategic Alignment).
2. Optimalisasi   nilai  bisnis  Perusahaan  bagi  Perusahaan  (Value
Delivery).
3. Optimalisasi  investasi  TI  yang  mencakup  aplikasi,  informasi,
infrastruktur dan sumber daya manusia (Resouce Management).
4. Pengelolaan resiko TI (Risk Management).
5. Pengelolaan kinerja proses TI (Performance Measurement)

Dengan  menyusun IT Governance, maka segala aktifitas perusahaan yang
berbasis  pada  Teknologi  Informasi  akan  lebih terkontrol, mencapai
efisiensi,  dan  efektif.  Teknologi informasi pada dasarnya berbentuk
suatu  system  yang  saling  terintegrasi, jika ada kerusakan di salah
satu  titik,  akan  berdampak domino kepada titik yang lain. Maka dari
itu untuk mencapai Good Corporate Governance (GCG) diperlukan adanya
penyusunan IT Governance yang baik.

Dimensi atau cakupan IT governance meliputi:
* Pembuatan  keputusan,  otoritas,  dan tanggung awan dalam struktur
organisasi
* Kepemimpinan
* Proses, sebagai siklus manajemen
* Manajemen sumber daya
* IT  dipakai  untuk  melaksanakan  strategi atau tujuan organisasi,
atau IT untuk merespon tekanan bisnis
* Mekanisme hubungan atau komunikasi

Penerapan  secara efektif Tata Kelola TI (IT Governance) di perusahaan
dapat  meningkatkan  kinerja baik finansial dan operasional perusahaan
20%  dibandingkan competitor. MIT-Massachuset Institute of Technology,
Universitas  dari Amerika Serikat yang terkenal akan inovasi teknologi
dan  nomor  1  di dunia, pernah membuat studi atau penelitian mengenai
Tata  Kelola  TI  di  sebagian  besar perusahaan di dunia. Hasil studi
menunjukkan  “firms  with  effective  IT  governance have 20% higher
performance and profits better than their competitors�.

Pengelolaan  TI  (IT  Governance)  merupakan  suatu bentuk perencanaan
dalam   menerapkan  dan  menggunakan  TI  yang  digunakan  oleh  suatu
organisasi  agar  sesuai dengan visi, misi dan tujuan dari organisasi.
TI  yang  diatur tersebut merupakan suatu proses untuk mengarahkan dan
mengendalikan   organisasi   agar   dapat  mencapai  tujuannya  dengan
menambahkan nilai yang dapat menyeimbangkan resiko terhadap penggunaan
TI serta prosesnya.

IT  Governance  merupakan  konsep  yang berkembang dari sektor swasta,
namun  dengan  berkembangnya  penggunaan Teknologi Informasi (TI) oleh
sektor  publik  –  organisasi-organisasi  pemerintahan  –  maka IT
Governance  juga  harus  diterapkan  di  sektor  yang  banyak menuntut
perbaikan   pelayanan  bagi  masyarakat  ini.  Peranan  IT  Governance
tidaklah  diragukan lagi dalam pencapaian tujuan suatu organisasi yang
mengadopsi TI. Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya pada organisasi
publik,   maka  IT  Governance  yang  pada  intinya  adalah  bagaimana
me-manage  penggunaan  TI agar menghasilkan output yang maksimal dalam
organisasi,  membantu proses pengambilan keputusan dan membantu proses
pemecahan   masalah  –  juga  harus  dilakukan.  Prinsip-prinsip  IT
Governance    harus   dilakukan   secara   terintegrasi,   sebagaimana
fungsi-fungsi manajemen dilaksanakan secara sistemik dilaksanakan pada
sebuah organisasi publik.

IT   Governance   merefleksikan   adanya   penerapan   prinsip-prinsip
organisasi  dengan  memfokuskan pada kegiatan manajemen dan penggunaan
TI  untuk  pencapaian  organisasi. Dengan demikian, IT governance pada
intinya   mencakup   pembuatan  keputusan,  akuntabilitas  pelaksanaan
kegiatan  penggunaan  TI, siapa yang mengambil keputusan, dan memanaje
proses  pembuatan  dan  pengimplementasian  keputusan  yang  berkaitan
dengan TI.

Suatu IT Governance yang efektif berarti penggunaan TI pada organisasi
tersebut  mampu  meningkatkan  dan mensinergiskan antara penggunaan TI
dengan visi, misi, tujuan dan nilai organisasi yang bersangkutan.

Tujuan IT Governance

Tata  kelola  TI merupakan tanggungjawab pihak manajemen didalam suatu
organisasi,  sehingga  bagaimana  TI  bisa  menjadi  lebih efisien dan
efektif  dalam  mendukung  proses  bisnis  yang  dijalankan  tersebut.
Sehingga  tujuan  tata kelola TI adalah mengontrol penggunaannya dalam
memastikan bahwa kinerja TI memenuhi dan sesuai dengan tujuan, sebagai
berikut:
* Menyelaraskan teknologi informasi dengan strategi perusahaan serta
realisasi  dari  keuntungan-keuntungan  yang telah dijanjikan dari
penerapan TI.
* Penggunaan  teknologi  informasi memungkinkan perusahaan mengambil
peluang-peluang yang ada, serta memaksimalkan pemanfaatan TI dalam
memaksimalkan keuntungan dari penerapan TI tersebut.
* Bertanggungjawab terhadap penggunaan sumber daya TI.
* Manajemen  resiko-resiko  yang  ada  terkait  teknologi  informasi
secara tepat.

Untuk  mengerti,  cara  mendesain,  melakukan  proses  komunikasi, dan
menindaklanjuti IT Governance yang efektif adalah dengan:
1. Menetapkan dengan baik dan tepat strategi organisasi
2. Untuk  menetapkan  dengan baik dan tepat strategi organisasi, maka
organisasi    harus    memperhatikan   perilaku   organisasi   dan
pengadopsian IT dalam organisasi tersebut.
3. Kemudian  untuk  menetapkan  strategi organisasi dengan baik, juga
diperlukan  perhatian  dan  pengaturan yang baik terhadap 6 (enam)
asset  yang ada diorganisasi tersebut, yakni:Â relationship asset,
physical  asset,  Intelectual propertyasset, human relation asset,
financial  asset dan  TI. Sedang bagaimanakah cara mengatur semua
asset  tersebut  dalam  IT  Governance adalah dengan memperhatikan
mekanisme   dari   IT  governance-nya,  yakni  keputusan-keputusan
tentang IT nya.
4. Terakhir,  untuk  menciptakan  strategi organisasi yang baik dalam
kaitannya  dengan  penggunaan  IT  dalam  organisasi,  maka  harus
memperhatikan pula sasaran-sasaran pencapaian kerja tiap-tiap unit
organisasi; yang sangat dipengaruhi oleh akuntabilitas pelaksanaan
IT nya

Fokus area daripada IT Governance antara lain adalah:
1. Strategic  alignment: berfokus pada memastikan hubungan bisnis dan
rencana  TI;  mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi proposisi
nilai TI, dan menyelaraskan operasi TI dengan operasi perusahaan.
2. Value   delivery:Â adalah   tentang  menjalankan  proposisi  nilai
seluruh  siklus pengiriman, memastikan bahwa TI memberikan manfaat
yang    dijanjikan    terhadap   strategi,   berkonsentrasi   pada
mengoptimalkan biaya dan membuktikan nilai intrinsik TI.
3. Risk   management:   membutuhkan  kesadaran  risiko  dari  pejabat
perusahaan    senior,    pemahaman    yang   jelas   tentang risk
appetite perusahaan itu, pemahaman tentang persyaratan kepatuhan,
transparansi  tentang  risiko yang signifikan untuk perusahaan dan
menanamkan tanggung jawab manajemen risiko kedalam organisasi.
4. Resource  management:  adalah  tentang investasi yang optimal, dan
pengelolaan  yang  tepat  atas  sumber  daya TI yang kritis, yaitu
antara  lainaplikasi,  informasi,  infrastruktur  dan orang-orang.
Isu-isu    kunci    berkaitandengan   optimasi   pengetahuan   dan
infrastruktur.
5. Performance  measurement:  menjalankan  dan memonitor implementasi
atasstrategi, penyelesaian proyek, penggunaan sumber daya, kinerja
proses    dan    pelayanan    pengiriman,    yaitu    menggunakan,
misalnya, balanced   scorecard yang  menerjemahkan  strategi  ke
dalam tindakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

 TUJUAN Training IT Governance Awareness

Tujuan serta manfaat yang diperoleh peserta workshop
1. Memahami  konsep  dan  praktek IT Governance/Tata Kelola TI secara
umum
2. Membekali  dan  meningkatkan  pengetahuan  peserta  mengenai  Tata
Kelola TIK-Teknologi Informasi Komunikasi (IT Governance)
3. Membantu  dan  mempersiapkan peserta menjadi champion/change agent
Tata Kelola TIK (IT Governance) di tempat kerja.

 Training ditujukan untuk

Direktur  IT,  Kepala  Divisi  TI,  Kepala  Divisi  Audit TI, Internal
Auditor, External Auditor, IT Auditor/ Assessor, IT Quality Assurance,
IT  Professional,  Manajer TI dan staf IT dan manajer atau staf bagian
lain  yang  akan  dilibatkan  dalam  kegiatan IT dari aspek bisnis dan
operasional di institusi keuangan.

Materi Training IT Governance Awareness

1. Opening & Overview IT Governance
2. Tata Kelola TIK
3. State of the Art IT Governance terkini
4. Aspek legal dan undang-undang terkait implementasi TIK
5. Kerangka Organisasi dan SDM TIK
6. State of the Art
7. Sistem Manajemen Keamanan Informasi terkini
8. Best Practice ISO 27001
9. Pengelolaan Proyek TIK
10. Pengelolaan Pusat Data
11. Layanan TIK
12. Best Practice ITIL dan ISO 20000
13. Pembuatan IT Master Plan
14. Pembuatan IT Master Plan (Case Study)

Instruktur Training IT Governance Awareness

Buce  Darmawan, Skom, MTI, CISA, CGEIT, PRINCE2, COBIT5, ITIL3, TOGAF,
CCNA dan Tim

Buce   memiliki  pengalaman  professional  lebih  dari  15  tahun.  Ia
berpengalaman   dalam  melaksanakan  dan  memberikan  konsultansi  dan
training  IT  Audit  &  Assurance,  IT  Governance-Risk-Compliance, IT
Strategic  Planning  & IT Architecture, IT Project Management, IT Risk
Management, IT Service Management (ITIL-IT Infrastructure Library) dan
IT  Disaster Recovery Planning tidak hanya di institusi keuangan (Bank
BRI  dan  BNI  lebih  dari 11 tahun) namun juga di institusi asuransi,
investment    bank,   telekomunikasi,   retail   dan   FMCG   (Factory
Manufacturing and Consumer Goods), minyak dan gas.

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call