TRAINING PERTANIAN BERBASIS SUSTAINABILITY DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
TRAINING PENGENALAN PERTANIAN BERBASIS SUSTAINABILITY DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
TRAINING PENGELOLAAN LINGKUNGAN
DESCRIPTION
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pertanian
yang berlanjut untuk saat ini dan saat yang akan datang dan selamanya,
Artinya pertanian tetap ada dan bermanfaat bagi semuanya dan tidak
menimbulkan bencana bagi semuanya. Jadi dengan kata lain pertanian
yang bisa dilaksanakan saat ini, saat yang akan datang dan menjadi
warisan yang berharga bagi anak cucu kita.
Sedangkan tujuan pertanian yang berwawasan lingkungan adalah
mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan dan
mempertahankan basil pada aras yang optimal, mempertahankan dan
meningkatkan keanekaragaman hayati dan ekosistem, dan yang lebih
penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan penduduk dan
makhluk hidup lainnya.
Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan
1. Kelayakan Ekonomis (Economic Viability)
2. Bernuansa dan Bersahabat dengan Ekologi (Ecologically Sound and
Friendly)
3. Diterima Secara Sosial (Social Just)
4. Kepantasan Secara Budaya (Culturally Appropriate)
5. Pendekatan Sistem Holistik (System and Holistic Approach)
COURSE OUTLINE
1. Pengendalian Hama Terpadu
Pengendalian Hama Terpadu merupakan suatu pendekatan untuk
mengendalikan hama yang dikombinasikan dengan metode-metode biologi,
budaya, fisik dan kimia, dalam upaya untuk meminimalkan biaya,
kesehatan dan resiko-resiko lingkungan.
2. Sistem Rotasi dan Budidaya Rumput
Sistem pengelolaan budidaya rumput intensif yang baru adalah dengan
memberikan tempat bagi binatang ternak di luar areal pertanian pokok
yang ditanami rumput berkualitas tinggi, dan secara tidak langsung
dapat menurunkan biaya pemberian pakan. Selain itu, rotasi dimaksudkan
pula untuk memberikan waktu bagi pematangan pupuk organik. Areal
peternakan yang dipadukan dengan rumput atau kebun buah-buahan dapat
memiliki keuntungan ganda, antara lain ternak dapat menghasilkan pupuk
kandang yang merupakan pupuk untuk areal pertanian.
3. Konservasi Lahan
Beberapa metode konservasi lahan termasuk penanaman alur, mengurangi
atau tidak melakukan pembajakan lahan, dan pencegahan tanah hilang
baik oleh erosi angin maupun erosi air.
4. Menjaga Kualitas Air/Lahan Basah
Konservasi dan perlindungan sumber daya air telah menjadi bagian
penting dalam pertanian. Banyak diantara kegiatan-kegiatan pertanian
yang telah dilaksanakan tanpa memperhatikan kualitas air. Biasanya
lahan basah berperan penting dalam melakukan penyaringan nutrisi
(pupuk anorganik) dan pestisida
5. Tanaman Pelindung
Penanaman tanaman-tanaman seperti gandum dan semanggi pada akhir musim
panen tanaman sayuran atau sereal, dapat menyediakan beberapa manfaat
termasuk menekan pertumbuhan gulma (weed), pengendalian erosi, dan
meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah.
6. Diversifikasi Lahan dan Tanaman
Bertanam dengan memiliki varietas yang cukup banyak di lahan pertanian
dapat mengurangi kondisi ekstrim dari cuaca, hama penggangu tanaman,
dan harga pasar. Peningkatan diversifikasi tanaman dan jenis tanaman
lain seperti pohon-pohon dan rumput-rumputan, juga dapat memberikan
kontribusi terhadap konservasi lahan, habitat binatang, dan
meningkatkan populasi serangga yang bermanfaat.
7. Pengelolaan Nutrisi Tanaman
Pengelolaan nutrisi tanaman dengan baik dapat meningkatkan kondisi
tanah dan melindungi lingkungan tanah. Peningkatan penggunaan sumber
daya nutrisi di lahan pertanian, seperti pupuk kandang dan tanaman
kacang-kacangan (leguminosa) sebagai penutup tanah dapat mengurangi
biaya pupuk anorganik yang harus dikeluarkan. Beberapa jenis pupuk
organik yang bisa digunakan antara lain:
* Pengomposan
* Penggunaan Kascing
* Penggunaan Pupuk Hijauan (Dedaunan)
* Penambahan Nutrisi Pada Tanah dengan Emulsi Ikan dan Rumput Laut
8. Kunjungan Kerja di Sektor Pertanian Berbasis Sustainability dan
Pengelolaan Lingkungan
TRAINING METHOD
Presentation
Discussion
Case Study
Evaluation
JADWAL TRAINING TAHUN 2026
03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026
06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026
05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026
03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026
07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026
05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026
09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026
06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026
04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026
08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026
06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026
04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026
Metode Training
- Tatap Muka/offline
- Online via zoom
Kota Penyelenggaraan jika offline :
- Bandung
- Jogjakarta
- Surabaya
- Jakarta
fasilitas yang didapatkan
- Training Kit Eksklusif
- Tas
- Name Tag
- Modul
- Flash disk
- Ballpoint
- Block Note
- Souvenir
- Harga yang Reliable
- Trainer Kompeten di bidangnya
- Pelayanan Maksimal untuk peserta
- Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :
Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)
In House Training : on Call
