Jl. kebagusan Dalam IV. Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12520.
0813 4958 9616
rajatrainingindo@gmail.com

TRAINING MAKE YOUR PATIENT SAFE WITH PATIENT SAFETY

Rajanya Training di Indonesia

TRAINING MAKE YOUR PATIENT SAFE WITH PATIENT SAFETY

TRAINING PENGENALAN MAKE YOUR PATIENT SAFE WITH PATIENT SAFETY

training

TRAINING PATIENT SAFETY

 

DESKRIPSI

Berdasarkan  Kepmen  No.  496/Menkes/SK/IV/2005  tentang Pedoman Audit
Medis  di  Rumah  Sakit, yang tujuan utamanya adalah untuk tercapainya
pelayanan  medis prima di rumah sakit yang jauh dari medical error dan
memberikan  keselamatan  bagi  pasien.  Perkembangan  ini diikuti oleh
Perhimpunan  Rumah  Sakit  Seluruh Indonesia (PERSI) yang berinisiatif
melakukan  pertemuan  dan mengajak semua stakeholder rumah sakit untuk
lebih memperhatian keselamatan pasien di rumah sakit. Mempertimbangkan
betapa  pentingnya  misi  rumah sakit untuk mampu memberikan pelayanan
kesehatan  yang terbaik terhadap pasien mengharuskan rumah sakit untuk
berusaha  mengurangi  medical error sebagai bagian dari penghargaannya
terhadap  kemanusiaan. Untuk itu, pelatihan ini menjadi sangat penting
sebagai langkah strategik rumah sakit dalam menempatkan patient safety
sebagai  upaya  peningkatan  pelayanan  kesehatan  yang berkualitas di
rumah sakit.

TUJUAN
* Memahami   pentingnya   patient   safety   di   rumah   sakit  dan
mengembangkan budaya safety tersebut.
* Mampu  mengidentifikasi  dan  memanage  high-alert medications dan
menghindarkan diri dari medication error.
* Memahami sistem yang mendukung patient safety dan mampu menerapkan
langkah-langkah penyelamatan pasien di rumah sakit.

MATERI Training Public Make Your Patient Safe With Patient Safety

1. Patient Safety

Pendekatan   Sistematik   Mutu  Pelayanan  Kesehatan  di  Rumah  Sakit
Keselamatan  pasien  (patien-safety) merupakan salah satu dimensi mutu
yang  saat  ini  menjadi  perhatian para praktisi pelayanan kesehatan,
baik dalam skala nasional maupun global.

2. Clinical Pathway

Sebagai  salah  satu  kunci  menuju  patient  safety Clinical pathways
digunakan  untuk mendeskrisikan dan mengimplementasikan standar klinik
sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas keselamatan pasien.

3. Membangun Budaya ‘safety’ di Rumah Sakit

Implementasi pasien safety tak bisa dipisahkan dari budaya safety yang
mendukung  dilingkungan  lembaga pelayanan kesehatan. oleh karena itu,
perlu  ada  peningkatkan  budaya  safety  dan  sistem  yang  mendukung
pelaksanaan budaya itu untuk pelayanan berkualitas terhadap pasien.

4. Medication Safety Medication

Penting bagi setiap rumah sakit Ada dua alasan yang dapat dikemukakan.
Pertama,   penggunaan  obat-obatan  secara  aman  mensyaratkan  adanya
perencanaan  yang  sangat  hati-hati dan hal itu tidak mungkin dicapai
jika  semua  sumber  daya  organisasi  hanya diarahkan pada pencapaian
orientasi jangka pendek semata. Kedua, kesalahan yang berkaitan dengan
obat-obatan  menempati  posisi  terbesar  dalam medical error di rumah
sakit.

5. Audit Medis dan Patient Safety

Kepmen  No. 496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit Medis di Rumah
Sakit,  yang  tujuan utamanya adalah untuk tercapainya pelayanan medis
prima  di  rumah  sakit  yang  jauh  dari medical error dan memberikan
keselamatan bagi pasien.

6. Komunikasi Dalam Patient Safety

Komunikasi  memegang  peran penting dalam patient safety. Pengembangan
pola  komunikasi yang terbuka dengan pasien dan keluarganya adalah hal
yang  harus  dilakukan  oleh  dokter  maupun  staf medis lainnya. Dari
proses  ini  pasien  akan  mandapatkan  informasi  dan penjelasan yang
detail sejak awal akan kemungkinan-kemungkinan bila terjadi insiden.

7. Sistem Informasi Pencatat dan Pelaporan insiden

Salah   satu  dari  7  langkah  penerapan  keselamatan  pasien  adalah
mengembangkan  sistem  pencatatan  dan  pelaporan  insiden.  Bagaimana
implementasi  dari  sistem ini? Sesi ini akan mengkaji secara mendalam
bagaimana  penyusunan dan penerapan dari sistem informasi pencatat dan
pelaporan insiden ini.

8. Monitoring dan Evaluasi

Untuk mengimplementasikan standar keselamatan pasien, maka rumah sakit
harus   merancang  proses  baru  atau  memperbaiki  proses  yang  ada,
memonitor   dan   mengevaluasi   kinerja   melaui   pengumpulan  data,
menganalisis  secara intensif Kejadian Tidak Diharapkan, dan melakukan
perubahan untuk meningkatkan kinerja serta keselamatan pasien.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call